Tarub, AnsorTegalkab.id – Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor "Teras Muda" Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Tarub kembali digelar di Masjid Al Qodiriyah, Desa Kedokansayang, Kabupaten Tegal, Sabtu (4/7/2026) malam. Kegiatan rutin tersebut dihadiri jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, GP Ansor, Banser, kader Ansor se-Kecamatan Tarub, serta masyarakat setempat.
Kepala MDS Rijalul Ansor Kabupaten Tegal, KH. Idris Salis mengajak seluruh kader Ansor memperkuat keimanan, menuntut ilmu, dan istiqamah berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama.
KH. Idris Salis menegaskan bahwa bergabung dengan Gerakan Pemuda Ansor bukan sekadar menjadi anggota organisasi, melainkan jalan untuk semakin mengenal Allah Swt., Rasulullah Saw., dan syariat Islam. Menurutnya, seluruh aktivitas organisasi harus bermuara pada peningkatan kualitas ibadah dan kedekatan kepada Allah.
"Ansor jangan hanya dipandang sebagai wadah berhimpun para pemuda. Lebih dari itu, Ansor adalah jalan untuk mengenal Allah Swt., mencintai Rasulullah Saw., memahami syariat-Nya, dan meneruskan perjuangan para ulama Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa salah satu kewajiban utama setiap kader adalah terus menuntut ilmu hingga tuntas. Menurutnya, ilmu merupakan cahaya kehidupan yang akan mengangkat derajat seseorang di dunia maupun di akhirat.
"Jangan pernah merasa cukup dalam belajar. Selama hayat masih dikandung badan, kewajiban mencari ilmu tidak pernah berhenti. Orang yang berilmu akan dimuliakan oleh Allah Swt. dan menjadi penerang bagi lingkungannya," tuturnya.
KH. Idris Salis juga menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan para ulama sebagai pewaris para nabi. Menurutnya, ulama merupakan penunjuk jalan yang membimbing umat agar tetap berada di atas ajaran Islam yang lurus dan penuh kasih sayang.
"Selama masyarakat dekat dengan ulama dan orang-orang saleh, insyaallah kehidupan akan dipenuhi keberkahan serta dijauhkan dari kesesatan dan perpecahan," katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader Ansor agar menjadikan dzikir dan shalawat sebagai amalan yang terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hati yang senantiasa mengingat Allah akan menjadi kuat dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus mampu menjaga akhlak dan istiqamah dalam berkhidmah.
"Kader Ansor harus memiliki keseimbangan antara kekuatan ilmu, kekuatan spiritual, dan kekuatan akhlak. Jika ketiga hal itu dijaga, maka Ansor akan terus menjadi benteng umat, penjaga tradisi ulama, dan pelayan masyarakat yang membawa kemaslahatan," pesannya.
Menutup tausiyahnya, KH. Idris Salis mengajak seluruh kader muda Nahdlatul Ulama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat loyalitas kepada jam'iyah, serta menghidupkan tradisi dzikir, shalawat, dan majelis ilmu sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Mari kita jadikan setiap langkah khidmah di Ansor sebagai ikhtiar meraih ridha Allah Swt., memperkuat ukhuwah, dan melanjutkan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama demi agama, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya.
Kontributor: Tri Aji Rakhmawan
Editor: Tahmid
Kirimkan opini, gagasan, atau laporan kegiatan kader kepada kami di GP Ansor Kab. Tegal.
Hubungi Kami